Rabu, 09 April 2014

Quick Count

Quick Count
Saat ini metode perhitungan cepat hasil pemilu banyak dilakukan olwh berbagai lembaga survai. Metode ini bisa memberi gambaran hasil pemilu yang lebih cepat, karena  hanya berselang beberapa jam saja sejak dilakukan perhitungan surat suara di TPS, angka-angka hasil perolehan suara dari partai peserta pemilu sudah muncul dilayar televisi.

Sekalipun masih bersifat sementara, namun cara perhitungan cepat terhadap  perolehan suara partai politik ditingkat nasional menjadi bahan perbincangan hangat. Bahkan hasil inipun sudah dijadikan bahan analisa sekaligus bahan untuk menhatur strategi lanjutan.

Untuk hasil Quick Count Pemilu 2014 di Provinsi Lampung, hingga tulisan ini selesai diunggah, kami belum mendapatkan informasi atau referensi mengenai hasil Quick Count di Lampung .

Senin, 07 April 2014

GELIAT PASAR SEPUTIH BANYAK

Aktifitas ekonomi masyarakat disebuah wilayah dapat dilihat dari aktifitas di pasar. Tempat bertemunya pedagang dan konsumen menjadi sebuah ciri pasar  tradisional. Berbagai kebutuhan pokok dan kebutuhan lain sudah bisa didapatkan di pasar jenis ini.
Pasar Seputih Banyak Lampung Tengah saat ini tampak makin bergeliat. Dengan menempati lokasi dan penataan baru, kondisi dan kenyamanan pasar ini makin terasa.
Setidaknya ini menjadi indikasi bergeliatnya aktifitas ekonomi masyarakat dari waktu ke waktu.

Sabtu, 05 April 2014

Perajin Tungku Pekalongan Lampung Timur


Sumber : Tabloid LENSA Wirausaha Edisi #10 
Pekalongan - Program konversi minyak tanah ke gas elpiji  yang dilakukan pemerintah dengan memberikan bantuan kompor gas kepada setiap kepala keluarga,  tidak serta merta membuat masyarakat meninggalkan tungku untuk memasak.  Hal ini pula yang membuat semangat kerja Supiyanto Warga Desa Gantiwarno Bedeng 37 Polos Pekalongan Lampung Timur ini untuk tetap membuat tungku yang berbahan dasar abu bekas bakaran sekam sejak 15 tahun silam.
Abu ini yang ia gunakan sebagai bahan baku pembuatan tungku merupakan sisa pembakaran bata.  Lelaki kelahiran tahun 1954 juga terhitung jeli dalam bertindak. Ia bisa menjadikan proses pembakaran batu bata sebagai sarana penghasil abu sekam. Hal jelas akan mendapatkan dua manfaat sekaligus. Manfaat pertama batu batanya matang dan sisa pembakarannya dapat ia manfaatkan untuk membuat tungku.
Menurut suami dari Ngatini membuat tungku abu sekam bukanlah hal yang sulit. Hanya saja dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Memanfaatkan ilmu yang ia pelajari dari salah satu rekannya di  Way Jepara Lampung Timur, kini  ia rata-rata mampu memproduksi 300 buah tungku setiap bulannya.
Ia membeli sekam dari penggilingan padi langganannya seharga Rp. 8.000,-/karung. Dari tiap karung sekam yang ia gunakan untuk membakar  batu bata, menghasilkan abu sekam dan cukup untuk membuat tiga buah tungku.
Ayah dari 3 anak ini juga menjelaskan secara singkat tentang cara pembuatan tungku abu sekam. Mula-mula Supiyanto membuat adonan dengan bahan abu sekam dicampur tanah liat. Setelah adonan bercampur rata kemudian dilanjutkan dengan proses pencetakan menggunakan pot bunga. Tungku-tungku ini kemudian dikeringkan.  Setelah tungku kondisinya setengah kering baru dilakukan pelubangan.
Proses selanjutnya adalah pemindahan tungku ke tempat pembakaran. Tempat ini berpa bangunan sederhana untuk melindungi proses pembakaran dari guyuran air hujan. Dibutuhkan waktu dua hari dua malam agar tungku dapat matang secara sempurna. Pembakaran tungku inipun menggunakan sekam padi.
Ada berbagai ukuran tungku yang dibuat oleh Supiyanto. Ukuran tungku ini mulai dari 25 hingga 50 cm, ini dibuat sesuai ukuran yang dipesan oleh pelanggannya.  Tungku buatan Supiyanto yang diberi nama Tungku Sinar Abadi dipasarkan tidak hanya di Sekitar Kecamatan Pekalongan saja namun sudah menyebar ke hampir seluruh provinsi Lampung. Bahkan tungku buatannya juga dipesan untuk dipasarkan hingga ke Provinsi Bengkulu,  Riau, Jawa Barat,  hingga Kalimantan.
Tungku buatan Supiyanto ini memiliki beberapa keunggulan. Seperti diakui oleh Ani salah satu pembeli yang kebetulan bertemu dengan kru Lensa. Ia menjelaskan kelebihan tungku abu sekam ini lebih hemat kayu, tidak membuat kotor peralatan masak dan makanan lebih cepat masak.
Dengan hanya mematok harga Rp. 15.000 untuk ukuran tungku 45 cm dan Rp. 25.000 untuk ukuran 50 cm tungku Supiyanto laris dipasaran.  Alhasil ia sudah bisa membangun rumah permanen dan membiayai anak-anaknya sekolah dengan hasil pembuatan tungkunya.(Anna)

Senin, 31 Maret 2014

Menumbuhkan Gairah Mem"BACA"

Seperti yang kita ketahui bahwa khitah setiap manusia adalah menjalani kehidupannya dengan belajar. Sejak bayi manusia tumbuh dan berkembang melewati pelajaran-pelajaran. Kita hidup dengan contoh-contoh, kita berbicara karena mendengar orang lain berbicara, kita tertawa karena pernah mendengar dan melihat bagaimana orang tertawa, kita makan juga demikian karena pernah melihat cara orang makan.
Ada ribuan aktivitas lain yang semua harus dikuasai dengan cara belajar. Itulah kita sebagai manusia. Bagaimana dengan wirausaha yang notabenya bukanlah sebuah profesi yang diwariskan atau bakat bawaan lahir ? Kita semua tidak memiliki bakat dari lahir untuk menjadi seorang wirausaha yang hebat, tetapi kita punya kesamaan peluang untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Semua itu tergantung bagaimana kita menempa diri kita dengan belajar tentang wirausaha, belajar tentang bagaimana agar usaha kita menuai kesuksesan.
Tidak banyak syarat untuk belajar menjadi seorang wirausaha, hanya butuh kemauan dan keinginan belajar terus menerus. Demikian juga dengan menjalani usaha secara teknis tidak membutuhkan persyaratan yang bertele-tele. Usaha menyaratkan satu hal yaitu learning “belajar”. Bagi umat  muslim ada hadist yang justru menganjurkan seorang menusia itu belajar sejak dalam buaian hingga liang lahat, dalam arti waktu belajar itu dianjurkan disepanjang hidupnya, bukan lagi belajar dengan jam dan hari tertentu saja seperti ketika kita berada dijenjang pendidikan formal. Namun belajarlah sepanjang waktu.
Hal yang sangat mendasar ini tentu menjadi catatan buat kita semua bahwa kita dianggap “sedang hidup” jika memang waktu hidup kita diisi dengan belajar dan terus belajar. Anak kecil yang sedang belajar berjalan tentu pernah tersungkur, pernah tersandung, pernah luka juga pernah menangis karena luka-lukanya itu. Tetapi seorang anak kecil tidak pernah menyerah untuk terus berusaha agar bisa berjalan dengan lancar. Dan belajarnya berbuah saat ini ketika ia bisa berjalan dengan lancar.
Seorang wirausahapun demikian, pernah tersandung masalah, tersungkur, jatuh kemudian berusaha lagi dan lagi. Seorang wirausaha yang sukses tidak pernah memandang bahwa jatuh bangun itu adalah suatu masalah, yang menjadi masalah itu adalah jika ketika jatuh tetapi tidak bangun lagi itu baru masalah. Persoalan kejatuhan dan apapun rintangan bagi seorang wirausahawan adalah dinamika yang mewarnai dalam setiap langkah dalam menjalankan usaha.
Seorang wirausahawan sadar sekali terhadap resiko suatu wujud penyadaran bahwa jatuh bangun itu biasa dalam menjalani usaha. Ada dua resiko yang erat mengiringi setiap perjalanan seorang wirausahawan yaitu gagal dan berhasil. Jika selama ini banyak menafsirkan resiko itu adalah kegagalan, sebetulnya keberhasilan adalah sebuah resiko yang harus diterima dari sebuah usaha.
Jika kedua hal (berhasil dan gagal) adalah sebuah resiko dan itu disadari oleh setiap pelaku usaha maka seorang wirausaha dapat melihat kedua resiko itu secara seimbang. Jika kita dapat melihat keduanya secara seimbang disitulah letak bahwa kita adalah seorang pembelajar.
Pada edisi ini kami akan mengupas mengenai potensi kerajinan batu mulia (masyarakat lebih sering menyebut batu akik). Kerajinan ini memiliki potensi untuk dikembangkan dan untuk meningkatkan nilai ekonomi batuan yang berasal dari Lampung.
Pada bagian lain kami juga menghadirkan geliat usaha mikro kecil diberbagai bidang seperti: kerajinan sangkar burung, kerajinan cobek, pembuatan pupuk organik dan lain-lain.
Kami juga menyuguhkan informasi seputar lomba desa/kampung sebagai bahan refleksi bagi masyarakat dan pemerintah. Akhirnya segenap tim redaksi mengucapkan selamat membaca tabloid edisi ini. Selamat Berkarya.

TARUNA SIAGA BENCANA (TAGANA) LAMPUNG TIMUR


TARUNA SIAGA BENCANA (TAGANA)
LAMPUNG TIMUR
“We Are The First To Help & Care”
Tagana didirikan pada 25 Maret 2004 di Lembang, Bandung Jawa Barat.  Mengusung misi semangat juang relawan tanpa pamrih, Tagana telah menyebar ke seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia. Tagana adalah suatu organisasi sosial yang bergerak  dalam penaggulangan bencana alam dan bencana sosial yang berbasiskan masyarakat. Organisasi ini berada dibawah naungan Kementrian Sosial Republik Indonesia.
TAGANA pada hakekatnya adalah wadah berhimpun seluruh kekuatan komponen penanggulangan bencana berbasis masyarakat khususnya dari unsur generasi muda. Kata-kata Taruna memiliki arti generasi muda, dan Kata Siaga memiliki arti segala upaya kesiapsiagaan dalam kondisi apa pun dan keadaan Bencana adalah tantangan dan masalah yang harus diselesaikan
Di Kabupaten Lampung Timur Personil Tagana adalah tenaga terlatih dan memilki keahlian dalam penanggulangan bencana. Tagana Lampung Timur memiliki anggota sebanyak 55 personil yang mewakili 24 Kecamatan.  Mereka memiliki Posko Siap Siaga di Kompleks Kantor Sosnakertrans Kabupaten Lampung Timur.

Minggu, 23 Maret 2014

Teh Susu Telur (TST) Syahrul

Bagi anda yang suka bekerja dan beraktifitas pada malam hari tentu membutuhkan stamina dan ketahanan tubuh yang prima.  Pada saat itulah tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup.
Tak ada salahnya Anda mencoba minuman Teh Susu Telur.  Dari namanya saja surah bisa ditebak bahan bqhan yang digunakan untuk membuat minuman ini.
Menurut penuturan Syahrul (45 th),  satu-satunya penjual TST di Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur, mengnkonsumsi TST bermanfaat untuk menambah rasa hangat dan menjaga stamina tubuh. "Minuman TST ini adalah minuman khas warga Sumatera Barat. Namun saat ini minuman ini sudah dikenal luas ke pelosok daerah dan banyak diminati masyarakat" ujar ayah dua orang anak ini.
Syahrul  merupakan penjual TST khas Sumatera Barat yang membuka usaha di Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur.  Di kedai Nasi Goreng Syahrul yang beralamat di depan Pasar Purbolinggo Lampung Timur minuman ini menjadi menu khas. 
Berbahan teh , susu dan telur bebek , TST dibanderol dengan harga Rp.7.000,-/gelas. Saat ini sudah banyak penggemar minuman jenis ini mulai dari aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas malam, hingga masyarakat umum.
Syahrul menuturkan bahwa untuk membuat  minuman ini tidaklah sulit. Namun membutuhkan kesabaran, terutama pada saat pengadukan. "Asal muasalnya TST diaduk secara manual menggunakan sendok dan lidi. Pengadukan membutuhkan waktu hingga 15 menit. Pengadukan ini bertujuan untuk mengembangkan adonan hingga berbusa dan mengental menyerupai puding. Namun jika untuk diperdagangkan pengadukan dilakukan menggunakan blender. Menurut Syahrul, pembuatan TST yang ia jual sudah berbentuk seperti puding.
Syahrul mengakui sehari-hari ia bisa menghabiskan 15 hingga 20 gelas TST. Dan saat ini ia sedang memperkenalkan kepada masyarakat Purbolinggo  dan sekitarnya.

Sabtu, 22 Maret 2014

KEMILAU POTENSI BATU ALAM LAMPUNG

Provinsi Lampung ternyata memiliki kekayaan alam yang cukup melimpah. Salah satunya adalah bebatuan alam.
Beragam jenis batuan inilah yang dimanfaatkan oleh perajin batu akik kemudian diubah menjadi sebuah produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan nilai ekonomi tinggi.
Baca ulasan tentang kerajinan batu akik di tabloid Lensa Wirausaha edisi 12.