Senin, 23 Maret 2015

Kerajinan dari Limbah Bambu

Diperdesaan, kayu  dan bambu mudah kita junpai. Karena kedua bahan ini merupakan benda yang kerap digunakan oleh masyarakat dalam membuat bangunan, perabotan atau barang lainnya. Sisa dari kedua benda ini (sering disebut limbah) juga mudah ditemukan dimana mana. Limbah bambu dan kayu jarang digunakan oleh warga desa. Kalaupun ada sebagian saja yang dijadikan kayu bakar.
Melihat banyaknya bahan-bahan ini, Saung KCJ berinisiatif untuk memanfaatkan limbah kayu dan bambu untuk membuat kerajinan kaligrafi dan nama.
Berlokasi di Dsn 3 Tanjung Kesuma Purbolinggo Lampung Timur, Saung ini memberi kesempatan kepada pelajar dan pemuda untuk belajar bersama mengolah limbah bambu dan kayu ini.
Hingga saat ini, beberapa model kaligrafi sudah mulai dibuat, mulai hiasan dinding dengan Lafaz Allah dan Muhammad, juga tulisan nama yang dibuat menyerupai huruf kaligrafi.  Kerajinan ini dikerjakan secara manual, menggunakan peralatan sederhana seperti gergaji, amplas dan sugu. Sedangkan bahan yang diperlukan antara lain, limbah bambu, limbah kayu, dempul dan vernish.
Dibutuhkan ketelitian dalam mengerjakan kerajinan tangan ini. Saat ini Saung KCJ sedang mengembangkan pemanfaatan limbah ini sebagai ajang belajar dan berkreasi bagi pelajar dan pemuda. Namun kedepan  hasil kerajinan ini akan dijual, sembari memperbaiki kualitas dan keragaman produk kerajinan.

Kamis, 19 Maret 2015

Bagaimana Cara Menjaga Omset?

Pertanyaan bagaimana cara menjaga omset,  ini hampir dimiliki oleh semua pelaku usaha mikro. Begitu pentingnya, maka setiap pelaku usaha mikro selalu berusaha mencari cara bagaimana menjaga dan mengembangkan omset usaha.
Kenaikan harga BBM yang diiringi kenaikan bahan kebutuhan pokok dan biaya transportasi berimbas langsung pada meningkatnya biaya produksi. Mau tidak mau  semua akan berimbas pada kemungkinan menaikkan harga jual produk.
Apakah semudah itu...??
Pada masa sedang terjadi penurunan daya beli ditingkat konsumen karena imbas kenaikan harga kebutuhan pokok, lalu diikuti dengan kenaikan harga produk dan jasa layanan pada saat yang bersamaan.
Tentu tidak mudah bagi pelaku usaha yang nenyediakan barang/jasa yang tidak termasuk kebutuhan pokok.
Upaya untuk menjaga omset agar tetap stabil saja mesti optimal, apalagi harus mendongkrak omsetnya.
Apa yang bisa dilakukan?

1. Setia
Seseorang yang setia akan terus dicintai pasangannya. Jika kita penjual, maka pasangan abadi kita adalah pembeli, pemasok barang dan beberapa pihak lain. Dalam berbagai kondisi, seorang penjual diuji kesetiaannya. Setiakah ia dengan usahanya sendiri? Setiakah dengan pemasok barang atau konsumennya?.

2. Bertahan
Dalam olahraga bela diri, bertahan juga bagian dari taktik untuk memenangkan pertandingan. Bagaimana dalam usaha? Beragam tekanan bisa datang saat menjalankan usaha. Hal ini menuntut setiap pemilik usaha untuk mengatur strategi agar usahanya tetap berkembang. Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah dengan bertahan.

Bagaimana “Menetaskan” Ide Usaha?


Dalam pikiran setiap orang mungkin pernah terlintas untuk memiliki usaha. Tidak hanya satu. Bisa dua, tiga, bahkan lebih. Semua ide tersebut mulanya bagus. Ide usaha bisa membuat antusias dan bahkan bisa mengisi separuh ruang pikiran. Menyita waktu seseorang untuk membicarakannya. Bahkan ide usaha juga mampu membuai seseorang untuk segera berhitung profit (keuntungan) dari usaha tersebut jika dijalankan.

Hampir tidak ada ide usaha yang tidak baik atau tidak memiliki prospek (menurut si pemilik ide). Pada tataran pembicaraan dan sharing ide bahkan hampir tidak terlihat sedikitpun kelemahan. Namun bagaimana ketika Ide tersebut hendak dijalankan?.

Banyak orang yang berani memunculkan ide usaha, namun tidak semua berani mewujudkannya. Beragam alasan bisa saja datang atau sengaja "diundang" untuk datang. Bisa sebagai langkah antisipasi, atau sebagai pemupuk keraguan.


Jumat, 13 Maret 2015

Cara Usaha Memanfaatkan Trend

Banyak orang memulai usaha dan berhasil karena mampu menyediakan barang, jasa atau layanan yang sedang trend. Seperti trend kegiatan adventure yang dilakukan banyak kalangan saat ini. Seperti yang dilakukan Arif, warga Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur Lampung Timur. Berbekal kemampuan yang dimilikinya dalam melakukan service pada kendaraan roda dua, Arif pun kemudian melayani pesanan modifikasi motor. Umumnya yang dibuat adalah motor non adventure yang kemudian dimodifikasi mulai dari sasis, bodi hingga ke perlengkapannya

Arif sedang menyelesaikan modifikasi kendaraan adventura
 milik pelanggan bengkelnya
Arif sedang menempelkan lis body.



Memanfaatkan Waktu Luang Untuk Cari Ikan

Mereka bukanlah nelayan, tetapi warga masyarakat yang sekedar memanfaatkan waktu luang untuk mencari ikan di Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur Lampung Timur. Tempat ini merupakan rawa-rawa yang terisi air pada saat musim hujan saja. Pada saat air sungai meluap, biasanya ikan-ikan akan terbawa hingga ke tempat ini. Pada saat air surut, ikan ini terjebak di dataran rendah yang masih terisi air. Hal inilah yang dimanfaatkan warga sekitar untuk mencari ikan atau udang kecil untuk melengkapi lauk pauk dirumah mereka.
Tempat semacam ini ternyata tidak hanya menarik minat orang dewasa dan kam lelaki saja. Remaja putri juga tampak asyik mencari ikan ditempat ini

Memanfaatkan Peluang Usaha Pembuatan Keset dari Bahan Kain Bekas

Ditangan Orang Kreatif, kain bekas atau sisa bahan jahitan masih bisa dimanfaatkan untuk membuat kerajinan. Salah satunya adalah Keset. Keset dibutuhkan oleh hampir semua orang. Setiap rumah tangga rata-rata memibutuhkan lebih dari  satu keset. Baik itu di depan pintu utama, pintu kamar, hingga kamar mandi, keset sangat diperlukan.
Kumpulan kain bekas yang sudah dipisahkan
berdasarkan warna
Hal inilah yang menjadikan Saipurrohman (Warga Tanjung Kesuma, Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur) untuk memanfaatkan kain sisa untuk membuat kerajinan keset.]
Contoh keset produksi Ipung yang sudah siap dijual
Disela kesibukannya sebagai penjahit, ia mulanya mencoba membuat keset untuk kebutuhan di rumahnya. Namun lambat laun keset buatannya ada yang membeli. Dari kondisi itulah Saipurrohman kemudian membuat keset untuk dijual. Sekalipun usaha ini masih dirintis, namun ia mengaku kerap memperoleh  pesanan dari luar Kabupaten Lampung Timur. Namun kendala yang ia hadapi adalah minimnya tenaga kerja untuk menjahit. Tenaga kerja yang ia miliki lebih banyak mengerjakan jahitan pakaian seragam sekolah, seragam perusahaan dah instansi. Dalam perbincangan dengan penulis, Ipung (begitu ia biasa disapa) sempat mengutarakan keinginan untuk mengembangkan usaha kerajinan keset ini. Namun ia kesulitan mencari mitra kerja.


Pada beberapa waktu belakangan baru kemudian penulis sempat mempertemukan Ipung dengan Hi. M. Fuad Al- Asyrochie (Pengasuh Pondok Pesantren Darul Barohkah Desa Toto Projo Kecamatan Way Bungur Lampung Timur untuk membahas rencana kerjasama pembuatan keset dengan santri Pondok Pesantren Darul Barokah.

Pada kesempatan itu, Fuad menyambut baik peluang ini dan berencana akan menawakrkan pada santri di Pondok Darul Barokah yang ia asuh untuk belajar memebuat keset.

Karung Goni yang telah diberi lis dengan kain sisa
pada bagian tepi.
Dari keterangan yang Ipung berikan bahwa membuat keset dengan bahan kain bekas tidaklah sulit. Namun membutuhkan kesabaran dan ketelitian.
Menurut Ipung bahan yang perlu disiapkan pun cukup sederhana antara lain:
1. Kain Bekas (bahan kaos)
2. Karung Goni bekas
3. Benang.
Sedangkan peralatan yang digunakan  antara lain :
1. Gunting
2. Mesin Jahit

Cara Pembuatan:
1. Pisahkan kain bekas sesuai warna
2. Jahit kain bekas sembari di lipat (membuat wiru)  memanjang. Kain yang diperlukan adalah yang memiliki lebar kira kira 2 cm. Jika bahan kain terlalu besar dapat dipotong ,menggunakan gunting agar ukurannya seragam.
3. Setelah menjahit  lipatan kain ini dan jumlahnya sudah cukup untuk membuat satu buah keset, bisa langsung dijahit di kaung goni dengan pola dan perpaduan warna sesuai selera masing-masing.

Cukup Mudah bukan?.
 Keset yang telah jadi ini biasa dijual di pasaran Rp. 12.500 sampai Rp. 15.000,- bergantung corak dan ukurannya.
Tertarik untuk mencoba???
Selamat memanfaatkan kain bekas untuk dibuat menjadi baran yang berguna dan memiliki nilai ekonomi.
Salam Wirausaha.

Kamis, 12 Maret 2015

Peluang Usaha di Kecamatan Way Bungur

Kecamatan Way Bungur makin bergeliat dengan akan diresmikannya Pasar Desa Taman Negeri. Satu-satunya pasar di Kecamatan Way Bungur yang terletak di pinggir Jalan Lintas Timur Sumatera ini merupakan aset Desa Taman Negeri yang rencananya akan diresmikan besok Jumat 13 Maret 2015 oleh Bupati Lampung Timur.
Pasar ini merupakan lokasi usaha yang strategis dan bisa menjadikan peningkatan perekonomian masyarakat.
Menurut Drs. Tugino (Camat Way Bungur), pasar Desa Taman Negeri merupakan salah satu keberhasilan pembangunan ekonomi yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Desa Taman Negeri.
Ia berharap keberadaan pasar yang sudah diidamkan oleh warga masyarakat Kecamatan Way bungur. Karena 3 Pasar yang terletak di Kecamatan Way bungur, Pasar Desa Taman Negeri adalah palingbwtrategis letaknya.
Tugino juga mengapresiasi kerjasama  pemerintah desa dan masyarakat desa.
Ia melihat bahwa Desa Taman Negeri mengalami perkembangan luar biasa atas prakarsa pemerintahan desa dalam melaksanakan pembangunan pasar desa ini berlangsung lancar.
Ia berharap agar keberadaan pasar desa ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat untuk menunjang perekonomian masyarakat.