Tampilkan postingan dengan label Raman Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raman Utara. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2013

Bendungan di Desa Raman Fajar Raman Utara Lampung Timur


Lampung Timur - Bendungan secara umum berfungsi sebagai penampungan air dan digunakan untuk pengairan areal pertanian yang berada di bagian lebih rendah. Keberadaan bendungan sangat mendukung keberhasilan usaha tani. Pada musim kemarau (curah hujan rendah) bendungan Raman Fajar Raman Utara Kab. Lampung Timur sangat bermanfaat bagi sebagian petani.


Sudaryanto salah seorang petani cabe menyatakan sangat terbantu dengan adanya bendungan Raman Fajar ini. Budidaya Cabai yang sangat bergantung pada ketersediaan air, merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan usaha budidaya cabai. Usaha Budidaya Cabai yang dilakukannya di Desa Raman Fajar Raman Utara ini lebih banyak mengandalkan air dari bendungan ini. (A01/A18)

Kamis, 14 November 2013

Trik Bisnis Jamur yang Kian “menjamur”


Lampung Timur - Beberapa jenis jamur merupakan sumber makanan yang mengandung berbagai zat gizi untuk menjaga kesehatan tubuh.  Bahkan diantaranya dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit.  Kandungan zat gizi di dalam jamur antara lain forfor, kalium, kalsium, zat besi, beberapa vitamin dan juga karbohidrat. 
Rasa jamur hampir menyerupai rasa daging.  Namun karena kadar lemaknya yang lebih rendah dari kadar lemak daging membuat jamur bisa menjadi bahan substitusi utama pengganti daging.  Kadar lemak didalam jamur terdeteksi sangat rendah yaitu hanya sekitar 7% saja. 
Pada era tahun 1990-an, pembudidaya jamur masih sangat jarang di Indonesia.  Kalaupun sudah ada, itu hanya di beberapa daerah di Pulau Jawa.  Namun saat ini jumlah mereka semakin banyak seiring dengan tren pasar yang menunjukkan peningkatan angka permintaan jamur.  Kesadaran masyarakat akan manfaat dan tingginya nilai gizi jamur menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan permintaan ini. 
Salah seorang yang sudah cukup lama berkecimpung dalam budidaya jamur adalah Sukamto.  Pria kelahiran Raman Aji 39 tahun silam ini sejak Tahun 2002 sudah memulai usahanya dalam budidaya jamur.  Jamur yang dibudidayakannya kala itu adalah jamur merang dan jamur tiram.  Setelah usahanya berjalan sekian lama, pada Tahun 2008 ia mulai juga mengembangkan jamur kuping.  Sehingga sekarang, pria yang sedang menunggu kelahiran anak ketiganya ini membudidayakan tiga jenis jamur sekaligus yaitu jamur merang, jamur tiram dan jamur kuping.
Semua jamur yang diproduksi oleh Sukamto memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh.  Pada situs AnneAhira.com tercatat beberapa manfaat jamur, diantaranya adalah manfaat jamur merang, jamur tiram dan jamur kuping bagi kesehatan manusia.
Jamur merang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia.  Orang yang mengonsumsi jamur merang akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik karena kandungan vitamin B kompleks yang terkandung di dalam jamur merang.  Jamur merang juga memiliki enzim tripsin yang sangat bermanfaat mengatasi sembelit, mencegah kanker kolon dan menjaga kesehatan pencernaan manusia.  Selain itu di dalam jamur merang juga terkandung 20 asam amino esensial, lemak, beberapa vitamin yang dibutuhkan tubuh dan juga berbagai mineral.
Jamur tiram merupakan jamur yang kaya akan mineral, protein dan kalori namun memiliki kandungan karbohidrat dan lemak yang rendah.  Sehingga jamur tiram sangat baik dikonsumsi guna membantu menjaga kesehatan lever, menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan berat badan dan membantu pencernaan.  Bahkan jamur tiram juga berfungsi sebagai antivirus dan anti kanker karena mengandung senyawa pleuran.
Sebagai campuran bahan sup, jamur kuping ternyata memiliki banyak khasiat.  Jamur yang sering ditemui pada berbagai jenis masakan China ini berfungsi sebagai penangkal racun baik racun nabati, residu pestisida maupun racun-racun logam berat.  Senyawa yang terdapat pada lendir jamur kuping mampu menghambat kanker dan merupakan zat anti penggumpalan darah (antikoagulan). 
www.lintangjamurindustri.blogspot.com
Berbekal pelatihan dari sebuah BLK di Kota Bogor serta pengalamannya yang sangat luas dalam bidang budidaya jamur, saat ini suami Ani Maria Ulfa tersebut telah mampu memperkerjakan 35 karyawan.  Mereka rata-rata adalah warga satu desanya, yaitu Desa Raman Aji Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur.  Dengan dibantu para karyawannya inilah Sukamto bukan hanya membudidayakan jamur tetapi juga menyiapkan baglog jamur bagi para pembudidaya jamur lain.  Bahkan bibit jamur dari kelas F0 dan F1 sudah mampu ia buat. Bagi mereka yang membutuhkan bibit jamur untuk pembuatan baglog jamur sekarang tidak perlu lagi mendatangkannya dari Pulau Jawa.  Sukamto sudah bisa memproduksinya.
Dalam bidang informasi dan komunikasi bisnis, Pria yang mengaku sempat menjadi TKI ini dibantu oleh adiknya, Agus.  Agus sengaja membuatkan blog dan akun facebook khusus bagi usaha kakaknya.  Adanya pusat informasi melalui media internet akan lebih memudahkan setiap orang yang ingin mengakses usaha jamur tersebut.  Bagi mereka yang berminat mengetahui lebih banyak tentang usaha milik Sukamto maka bisa mengunjungi lintangjamurindustri.blogspot.com atau bisa juga melalui media sosial face book dengan nama akun lintang jamur industry.

SUKAMTO
LINTANG JAMUR INDUSTRI
Alamat  :  Pc.8 Desa Raman Aji Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur
No. HP.  0852 7992 0903

Minggu, 07 Juli 2013

RAIH UNTUNG DARI KELANTING (Usaha Warga Rukti Sedyo Raman Utara Lampung Timur)


Sumber Tabloid LENSA WIRAUSAHA edisi #02




Misyono 39 Tahun warga  RT 04 RW 08 Dusun III (Suko Rahayu), Desa Rukti Sedyo, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur menekuni usaha pembuatan kelanting sejak tahun 2002. Ia merupakan generasi penerus usaha orang tuanya Maidi yang  sudah turun temurun sejak kakek neneknya dulu. Alasan lain yang mendorong Suami dari Rusmini mau menekuni usaha ini karena dirasakan masih memiliki prospek bagus  kedepan.
Misyono alias Gentot (panggilan sehari-harinya)  juga merasa  bahwa bekerja ditempat sendiri masih lebih baik daripada bekerja ditempat orang lain.  Apalagi sumber bahan baku singkong untuk pembuatan kelanting dan tenaga kerja tersedia disekitar tempat tinggalnya
Ayah 2 orang anak  Vivi Kurnia &  Danu Agustian ini menceritakan bahwa proses pembuatan kelanting membutuhkan waktu 2 hari. Hari pertama digunakannya untuk mencari bahan baku berupa singkong kulit, kemudian mengupas, menggiling hingga proses press. Hari kedua digunakan untuk mengukus, mencetak, hingga pembentukan an penggorengan kelanting.
Produk yang dihasilkan dari usaha kelanting misyono, berupa kelanting berbentuk angka 8 dan angka 0. Kelanting ini dijual Misyono dalam kemasan ukuran 10 kg untuk kemudian dikirim ke distributornya di Kecamatan Seputih Raman Lampung Tengah dan Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur.  Oleh distributor, kelanting ini kemudian dikemas ulang dengan ukuran kecil dengan harga jual bervariasi antara Rp2.000,- hingga Rp10.000,- per kemasan.
Dalam menjalankan usaha ini dibantu oleh 5 orang tenaga kerja dari kalangan ibu-ibu rumah tangga yang berasal dari
sekitar tempat tinggalnya. Bahkan sesekali dalam proses pembentukan kelanting, anak-anak mereka juga terlibat.
Rata-rata tenaga yang membantu khususnya dalam pembentukan kelanting adalah Rp. 20.000,-  Seperti diakui Kamsini dan Umi Kulsum, mereka mampu menghabiskan 40 lonjor perhari, dengan upah Rp. 500,- /lonjor.
Dalam memperkenalkan produknya, selama ini lebih banyak dilakukan melalui agen atau distributor yang membantu menjualkan kelanting produksinya. Karena distributornya yang memiliki jaringan pemasaran kelanting ini.
Pemasaran kelanting produksinya saat ini telah merambah beberapa kecamatan di kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah hingga pasar unit II Kabupaten Tulang Bawang.
Misyono maenaruh harapan agar usahanya makin berkembang kedepan.
Sebagai salah satu pembuat kelanting di Desa Rukti Sedyo, ia juga memiliki keinginan agar ada pihak yang bersedia memfasilitasi warga di desanya yang sama-sama memproduksi kelanting untuk dapat berkelompok. Karena dengan berkelompok banyak kemudahan yang bisa didapatkan.
Sebagai contoh dalam pengadaan bahan baku, pembelian minyak goreng hingga penjualan dapat dikelola bersama-sama.

KELANTING “KURNIA”
RT 04 RW 08 Dusun III (Suko Rahayu), Desa Rukti Sedyo, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur

Sabtu, 25 Mei 2013

Behind The Scene Tabloid LENSA Wirausaha


Wawancara dengan Supri Hartono seputar Budidaya Rangrang. Pekalongan Lamtim (edisi 01) 

 Kunjungan sekaligus "Nyambi" Belajar membuat Kelanting di Kediaman Misyono. Raman Utara Lamtim (Edisi 02)
 Demi sebuah informasi, sungai harus disebrangi...."kemana nih tukang dayungnya?". Kali Pasir, Way Bungur
"Kapan tanamnya kok sudah panen?"........Liputan Jamur Tiram Dadang Suryana. Purbolinggo Lamtim (Edisi 02)